Slider
GUGUS TUGAS
Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo
Slider
GUGUS TUGAS
Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo
Slider
GUGUS TUGAS
Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo
Banner Shadow

ODP : 320

PDP : 22

POSITIF : 16

Peta Sebaran Covid19 Kota Probolinggo

GRAFIK PANTAUAN COVID-19 KOTA PROBOLINGGO

JUMLAH KASUS TIAP KELURAHAN

NoKELURAHANODPPDPCOMFIRM
1Sukabumi4001
2Mayangan2930
3Jati3621
4Mangunharjo2941
5Wiroborang1200
6Kanigaran2923
7Kebonsari kulon1210
8Kebonsari wetan610
9Sukoharjo710
10Tisnonegaran600
11Curahgrinting600
12Wonoasih713
13Sumber taman1110
14Kedungasem410
15Kedung galeng000
16Pakistaji700
17Jrebeng kidul322
18Ketapang1301
19Pilang811
20Triwung lor1010
21Triwung kidul700
22Kademangan802
23Pohsangit kidul610
24Kedopok400
25Jrebeng lor100
26Jrebeng wetan401
27Jrebeng kulon700
28Kareng lor500
29Sumber wetan300

Mengenal Virus Corona 

Apa Itu Virus Corona?

Istilah virus corona merujuk pada virus yang sering ditemukan menginfeksi binatang dan bisa menyebar ke manusia. Virus corona yang saat ini mewabah (SARS-CoV-2) dan menyebabkan penyakit COVID-19 merupakan jenis virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia. Virus Corona yang menyerang manusia baru ditemukan pada 1960-an.

Apa Itu COVID-19

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Bagaimana COVID-19 Menular?

Cara penularan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).

Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet. Untuk penularan melalui makanan, sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya.

Berapa Lama Inkubasi Corona?

2-14

Masa inkubasi virus corona adalah 2-14 hari.

 

Masa inkubasi adalah saat pasien pertama kali tertular/terpapar virus, hingga menunjukkan gejala awal.

Siapa yang Paling Berisiko Terkena Corona?

  • Lansia berusia 70 tahun ke atas.
  • Orang yang memiliki riwayat penyakit lain seperti diabetes atau sakit jantung.
  • Orang yang memiliki riwayat penyakit pneumonia/sakit pernapasan.

Apa Sudah Ada yang Sembuh dari Corona?

Hingga pertengahan Maret, lebih dari 85 ribu orang dari total 220 ribu lebih penderita di seluruh dunia, sudah dinyatakan sembuh.
Jumlah pasien sembuh bertambah setiap harinya.
WHO menyatakan 80 persen pasien sembuh tanpa membutuhkan perawatan khusus.

Apa Sudah Ada Obat atau Vaksinnya?

  • Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik.
  • Namun, gejala yang disebabkan virus dapat diobati.
  • Pengobatan harus didasarkan pada kondisi klinis pasien.

Apa Itu Pandemi?

Pada Kamis (12/3), WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi atau wabah yang meluas ke berbagai negara. Kriteria umum penetapan pandemi adalah:
  • Virus menyebabkan kematian.
  • Penularan virus dari orang ke orang terus berlanjut tak terkendali.
  • Virus telah menyebar ke hampir seluruh dunia.
Dengan menetapkan status pandemi, WHO meminta pemerintah seluruh negara meningkatkan usaha dalam mendeteksi, melacak, mengetes, merawat, dan mengisolasi kasus-kasus terkait corona.

Apa Saya Harus Panik?

Kita bisa mengubah rasa cemas menjadi cara melindungi diri, keluarga, dan komunitas, terutama dengan menjaga kebersihan tangan, kebersihan diri dan menjaga kesehatan.
Tetap pantau informasi terbaru serta perhatikan imbauan dari pihak berwenang mengenai keberlangsungan aktivitas, perjalanan, atau larangan berkumpul.

Mencegah Virus Corona

Bagaimana Caranya?

  • Rutin cuci tangan dengan sabun antiseptik.
  • Jika tidak memungkinkan cuci tangan, gunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol minimal 60 persen.
  • Pertahankan jarak minimal 1 meter dari orang yang batuk-batuk atau bersin.
  • Hindari menyentuh tangan, hidung, dan mata.
  • Gunakan masker saat keluar rumah.

Bagaimana etika bersin atau batuk yang benar?

  • Tutup mulut menggunakan tisu atau bagian dalam siku.
  • Segera buang tisu ke tempat sampah tertutup.
  • Segera cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pembersih tangan.

Kapan harus cuci tangan menggunakan air dan sabun?

  • Saat secara kasat mata tangan terlihat kotor
  • Setelah buang air kecil/besar
  • Setelah batuk atau bersin
  • Setelah kontak dengan orang yang sakit
  • Sebelum, saat, dan setelah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah bersentuhan dengan hewan atau membersihkan kotoran hewan

Bagaimana cara cuci tangan yang baik?

  • Basahi tangan dengan air bersih dan mengalir selama 20 detik.
  • Gunakan sabun dengan kandungan antiseptik.
  • Gosok telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari.
  • Bersihkan bagian bawah kuku, bisa dengan menggosokkan ujung-ujung kuku di telapak tangan secara bergantian.
  • Bilas dengan air bersih mengalir.
  • Keringkan dengan handuk, tisu, udara atau dianginkan.

Bagaimana cara menggunakan hand sanitizer yang baik?

  • Cari hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol minimal 60 persen.
  • Teteskan hand sanitizer ke kedua tangan.
  • Gosok sela-sela jari serta bagian bawah kuku.
  • Gosok tangan hingga hand sanitizer kering.

Bagaimana kalau tidak ada hand sanitizer?

WHO membagikan formulasi untuk membuat hand sanitizer sendiri.
1. Ke dalam wadah ukur 1000 ml tuang ketiga bahan berikut:
  • 751,5 ml Isopropyl alkohol (dengan kemurnian 99,8 persen)
  • 41,7 ml Hidrogen Peroksida (dengan kemurnian 3 persen)
  • 14,5 m Gliserol (dengan kemurnian 98 persen)
2. Tambahkan air suling/air yang telah didihkan dan didinginkan hingga wadah ukur penuh.
3. Kocok perlahan agar konten tercampur.
Catatan: Hand sanitizer buatan sendiri tidak memiliki pelembab untuk mengurangi efek alkohol, sehingga tidak disarankan sering digunakan. Hand sanitizer buatan sendiri juga tidak disarankan untuk anak-anak.

Perlukah memakai masker?

  • Gunakan masker saat menangani pasien bergejala Covid-19 atau saat pergi keluar rumah agar tidak menulari orang lain.
  • Pembawa virus (carrier) bisa tidak menunjukkan gejala, sehingga penting terus mengenakan masker.
  • Masker bedah digunakan untuk tenaga medis, sementara masyarakat bisa menggunakan masker kain.
  • Meski menggunakan masker, tetap jaga jarak 1-2 meter dari orang lain.

Bagaimana dengan barang-barang?

  • Belum diketahui pasti berapa lama virus bertahan di benda mati.
  • Diperkirakan virus menempel selama beberapa jam.
  • Virus bisa dibersihkan dengan disinfektan sederhana.

Bagaimana Cara Menjaga Imunitas Tubuh?

  • Mengonsumsi protein lebih banyak (dada ayam, kacang-kacangan, ikan)
  • Mengonsumsi buah dan sayur lebih banyak.
  • Tidur cukup 8 jam.
  • Rutin berolahraga.
  • Pastikan air putih tercukupi.
  • Minum campuran jahe dan lemon.

Apa yang Harus Dilakukan di Tempat Umum/Transportasi Massal?

  • Cuci tangan atau gunakan hand sanitizer setelah menyentuh fasilitas publik.
  • Hindari kerumunan yang membatasi ruang gerak.
  • Kurangi kontak dengan pegangan atau pintu.
  • Waspada meletakkan tas di lantai bus/kereta. Segera bersihkan dengan tisu basah.
  • Hindari mengeluarkan telepon genggam, atau bersihkan HP dengan alkohol setelah penggunaan di tempat umum.
  • Tidak ngemil di transportasi umum untuk menghindari kontaminasi dari tangan.

Apa Itu Social Distancing?

Social distancing adalah meminimalisir kontak langsung antar-manusia atau menjaga jarak tertentu. Tujuannya adalah mengurangi penularan virus karena terpapar droplet (partikel air liur).

Ini salah satu cara yang diyakini efektif mencegah lonjakan penyebaran virus. Salah satunya ketika terjadi pandemi influenza Spanyol 1918.

Kenapa penting?

Jika terjadi lonjakan kasus positif secara drastis, rumah sakit bisa kekurangan sarana dan tenaga medis untuk merawat pasien secara bersamaan.

Pasien yang tidak terkait wabah corona pun bisa terpengaruh.

Anda yang sehat dan berusia muda bisa menyelamatkan nyawa seseorang dengan social distancing: mengurangi risiko tertular atau menulari orang lain.

Tanpa intervensi kebijakan seperti social distancing, terjadi periode saat pasien (baik kasus corona atau penyakit lain) tidak tertangani tenaga medis, seperti di Italia.

 

 

 

Dengan intervensi kebijakan, wabah tetap terjadi tapi terkendali dan tidak menyebabkan korban jiwa lebih banyak, seperti di Singapura.

Apa saja bentuk social distancing?

Dilakukan individu
  • Menjauhi keramaian atau pertemuan massal.
  • Menjaga jarak dengan orang lain 1-2 meter.
  • Tidak berjabat tangan, bergandengan, atau berpelukan.
  • Mengurangi frekuensi ke toko. Pergi hanya saat mendesak.
Dilakukan perusahaan
  • Memberlakukan kerja dari rumah, terutama bagi yang memiliki risiko tinggi terkena virus corona.
  • Membatasi jumlah peserta rapat.
  • Tidak mengadakan kegiatan massal terutama di ruangan tertutup.
Dilakukan pemerintah
  • Memberlakukan belajar jarak jauh untuk sekolah.
  • Menutup ruang publik seperti tempat wisata.
  • Menunda event-event besar.
  • Mendorong perusahaan memberlakukan kerja jarak jauh.

Apakah saya harus benar-benar mengurung diri di rumah?

  • Perubahan yang terlampau ekstrem bisa memicu stres dan disorientasi.
  • Jika Anda merasa tertekan di rumah, pilihlah kegiatan yang minim kontak dengan orang lain, seperti berjalan, berlari, atau bersepeda. Anda juga bisa bersosialisasi dalam jumlah minim dengan tetap menjaga kebersihan tangan.
  • Berada di ruang terbuka juga lebih mengurangi risiko terinfeksi karena droplet (partikel air liur) akan jatuh ke tanah dan bukan pada benda.

Apa yang Harus Disampaikan ke Anak?

  • Ajak anak diskusi dan dengarkan apa yang dia ketahui soal virus.
  • Tenangkan anak. Beri pemahaman bahwa virus corona bisa dicegah dan disembuhkan.
  • Beri contoh gaya hidup sehat, seperti mengajak cuci-tangan.
  • Anak lebih mudah mencontoh ketimbang hanya mengikuti aturan.

Mengobati Corona

Apa Gejala Terkena Virus Corona?

Dokter dan ilmuwan hingga kini masih berusaha memahami gambaran lengkap virus corona.
Gejala yang paling umum ditemukan:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas berat
  • Sakit kepala
Pasien Covid-19 lainnya melaporkan:
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Muntah-muntah

Apa yang harus dilakukan jika memiliki gejala?

  • Tetap di rumah dan isolasi diri jika kondisi badan tidak fit agar tidak menulari orang lain.
  • Gunakan masker dan jaga etika bersin/batuk.
  • Hubungi call center kegawatdaruratan medis Kota Probolinggo di nomor 0852-3546-4116 atau 112.
  • Ceritakan lengkap kondisi fisik dan riwayat perjalanan.
  • Pihak berwenang akan mengarahkan Anda pada rumah sakit dan tindakan yang tepat.

Apa Itu Isolasi Diri?

Anda yang berisiko terpapar COVID-19, meski tidak menunjukkan gejala sakit, harus mengisolasi diri agar tidak menularkan pada orang lain.

Kapan Harus Isolasi Diri?

  • Jika menunjukkan gejala COVID-19.
  • Jika sedang menunggu hasil pemeriksaan COVID-19.
  • Jika kontak dekat dengan pasien positif COVID-19.
  • Jika disarankan oleh petugas kesehatan.
  • Jika berpergian ke zona merah/wilayah terdampak COVID-19.

Berapa Lama Isolasi Diri?

Jika Anda sempat menunjukkan gejala COVID-19:
  • Isolasi diri selama 7 hari, kemudian periksa suhu tubuh.
  • Jika suhu tetap tinggi, terus isolasi diri hingga suhu tubuh normal. Kontak hotline Kemenkes.
  • Jika suhu tubuh normal, Anda bisa mengakhiri masa isolasi.
Jika Anda tidak menunjukkan gejala COVID-19:
  • Isolasi diri selama 14 hari.

Bagaimana Cara Isolasi Diri?

  • Tidak keluar rumah.
  • Gunakan alat makan dan minum berbeda.
  • Tidak makan bersama.
  • Catat perkembangan kesehatan dari hari ke hari.
  • Berdiam di kamar terpisah dengan ventilasi yang baik/memiliki jendela.
  • Jaga jarak minimal 1-2 meter dari anggota keluarga yang lain.
  • Tidak kontak fisik dengan anggota keluarga yang berusia lebih dari 65 tahun, atau yang memiliki penyakit bawaan.
  • Konsultasikan ke hotline Kemenkes/faskes online sebelum memeriksakan fisik.

Apa Barang yang Bisa Disiapkan untuk Isolasi Diri?

  • Termometer tubuh.
  • Obat penurun panas dengan kandungan paracetamol.
  • Masker (untuk keluarga yang sakit) dan sarung tangan karet.
  • Obat-obatan pribadi.

PETA SEBARAN COVID-19 JATIM

(Data dapat berubah sewaktu-waktu)

Infografis Covid-19 Kota Probolinggo

Logo Logo Logo Logo Logo Logo Logo Logo Logo